Hari Kopi Internasional, 1 Oktober 2016.
Sabtu pagi itu, panik membumbung di kedai kopi East Indische, Lembang.

tempat

Pagi di kedai kopi East Indische, Lembang, Sabtu (1/10).

Di balik bar, Aep, Asep, dan Salim gesit mengelap gelas-gelas, lantas memastikan mesin kopi espresso mereka tidak mogok di tengah jalan. Meski rutinitas ini sudah berkali-kali mereka reka sepanjang pelatihan, menyajikan kopi untuk pelanggan sungguhan toh lain cerita.

tenaga-kerja-2

Briefing pagi sebelum tamu penting datang.

Semalaman, mereka gagal tidur. Berbagai pikiran berkecamuk di kepala. Pagi itu mereka akan kedatangan tamu dari Kementerian. Salim tidak biasa. Kalau untuk menyajikan kopi hitam untuk pegawai kementerian, dirinya, Acep, & Aep sembari tutup mata bisalah. Lah ini, wong gede. Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan sendiri yang akan mencicip racikan kopi mereka.

tenaga-kerja Kopinya juga bukan ‘sekadar’ tubruk. Tidak lagi dengan sendok teh dan gelas kopi a la warteg, dan tidak sebagai office boy kementerian Ketenagakerjaan. Hari ini, Salim seorang barista. Bersilat dengan dengan Brugnetti dan gelas espresso.

Beruntung, duo instruktur East Indische, Fitri dan Aldi, hadir mendampingi. Sehari-hari bekerja sebagai barista dan roaster di salah satu kedai kopi kenamaan ibukota, riuh-riuh buka kedai semacam ini sudah jadi makanan sehari-hari.

Tatkala dirjen masuk, semua sudah siap sedia. Melirik menu sekilas, dirjen langsung memesan “Kopi Nana”, signature drink dari kedai kopi East Indische yang diracik dengan kopi asli tanah Preanger, kopi Malabar. Rasa espresso “Kopi Nana” ini dipadu rasa susu dan perpaduan manis manja vanilla-coklat.  Atas nama humor dan kekeluargaan, nama kopi ini tidak lain tidak bukan diambil dari Kepala Balai Pelatihan sendiri, Ir. Nana Mulyana.

Dilancarkanlah tegukan pertama oleh sang dirjen.

mesin-espresso

dirjen-minum-kopi

Menghabisi kopi Nana. Direktur Jenderal Binapenta & PKK Hery Sudarmanto, nampaknya suka.

“Wah ini nggak kalah dari Starbucks, ini,” celetuk Dirjen Binapenta & PKK, Hery Sudarmanto. “Berapa ini kamu jual?”

“20.000 rupiah, Pak,” sahut Salim, malu-malu.

“Ini kalau di Starbucks 50.000 laku, ini,” cerocos dirjen, disambut tawa seisi ruangan.

Salim dan para pendekar di balik bar menghela napas lega. Latihan bermalam-malam mereka semenjak kelas East Indische perdana 14-16 September 2016 lalu terbayar sudah.

lihat-di-tabel-struktur-organisasi-berikut-2

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Hery Sudarmanto, mewakili Menteri Ketenagakerjaan, membuka peresmian sekolah barista East Indische, Sabtu (1/10).

Usai menggunting pita peresmian, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Drs. Hery Sudarmanto, M.H.,  mengelilingi seluruh komplek sekolah, mulai dari kebun kopi, laboratorium bibit kopi, dapur roasting, hingga kembali ke kedai ‘East Indische’.

smelly-thing

Pita peresmian.

lihat-di-tabel-struktur-organisasi-berikut-3

Resmi dibuka tepat pada Hari Kopi Internasional, sekolah barista “East Indische” menjanjikan pengalaman dari hulu sampai hilir untuk para calon barista. Kopi Malabar Sigarautang jadi pilihan untuk kebun kopi. Sementara menunggu hasil panen dari kebun kopinya, “East Indische” menimbun Malabar Natural, Aceh, Bali, Flores, dan Toraja yang diambil langsung dari petani untuk digunakan selama pelatihan.

Selain Kopiku Indonesia Coffee Roastery, East Indische juga sukses merangkul La Marzocco lewat visi mereka. Sepasukan 11 mesin kopi La Marzocco siap digunakan para peserta sekolah barista East Indische mulai Maret 2017.

pose-pak-dirjen

dsc00507

Sekretaris Jendral Kementerian Ketenagakerjaan Abdul Wahab Bangkona mencoba mesin roasting di tur pembukaan sekolah barista East Indische, Sabtu (1/10).

Sekolah barista East Indische sendiri saat ini tengah mempersiapkan pelatihan angkatan-angkatan barista baru untuk sesi 18 Oktober dan 18 November, dengan peserta yang dijaring melalui pemerintah daerah setempat. Pendaftaran online untuk umum akan dibuka mulai Januari 2017.

tenaga-kerja-3

Atas, kiri ke kanan: Asep, Salim, Aep, Mutia, Renno, Olldy. Bawah, kiri ke kanan: Aldi & Fitri (barista, instruktur kelas), Yoga Purnama (pemimpin program East Indische), Ade (instruktur program).

(Liputan oleh Andreansyah Dimas & Clarissa Eunike,
Foto oleh Andreansyah Dimas,

Tulisan & Suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply