Tak sekadar bikin melek jika diteguk, kopi juga ternyata ampuh mengobati berbagai luka. Mulai dari luka luar yang tak kunjung kering, hingga luka dalam macam perut kembung. Tepat porsi, niscaya khasiat kopi maha memberi. Dari dokter, ahli pangan, sampai penjaja warung pun rela bersaksi.

Robusta untuk Luka
Penderita diabetes kini punya jalan keluar lain untuk menyembuhkan luka-luka yang tak kunjung kering.

“Borok jangan diamputasi,” celetuk Widya Pratama pemilik Aroma Kopi, Bandung.

Khasiat kopi yang satu ini memang sudah dibuktikan ahli bedah pembuluh darah Dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph. D., dari RS Hasan Sadikin, Bandung. Bukan hanya untuk luka diabetes, kopi juga niscaya berkhasiat untuk luka gores, luka bakar, ataupun luka ‘koreng’ yang sudah terinfeksi.

Cukup taburkan bubuk kopi tipis-tipis dan merata ke atas luka 3 kali sehari. Lalu, tutup luka dengan merapat agar tidak terkena air. Zat antibakteri dalam serbuk kopi akan dengan efektif membasmi kuman pada luka bernanah.

#14_diabetes-1_frankbody

Foto: frankbody.com

“Tapi harus asli gini, bukan robusta-robustaan.” ‘Robusta-robustaan’ maksud Pak Widya adalah kopi robusta tidak murni yang dicampur pewangi atau digoreng bersama bahan-bahan lain.

#14_diabetes-2_frankbody

Foto: frankbody.com

Atasi Kejang
Kopi dipercaya dapat meredam kejang-kejang yang biasa terjadi pada bayi karena panas tinggi. Residen anak di Universitas Gajah Mada, dr. Hafiidhaturrahmah, bahkan menulis ‘Jangan bingung bila anak datang dengan bibir belepotan kopi atau tubuh berbalur kopi.’

Meski belum terbukti secara medis, resep ini masih diturunkan dari generasi ke generasi. Pak Taufik, pemilik gerai berantai Taufik Kopi di Lhokseumawe, Aceh, menitipkan sendiri resep ini kepada kami.

#13-taufikkopi_infobetty(dot)com

Foto: infobetty.com

“Kopi itu obat. Kalau ada anak bayi yang steplu, kita kasih kopi 2 sendok, insyaallah. Nggak perlu bawa ke dokter,” ujarnya, di kala kami tengah menikmati kopi robusta didampingi kue Timpan Srikaya.

#14_coffeelove_delta-breezes(dot)tumblr(dot)com

Foto: delta-breezes.tumblr.com

Kuras Perut dengan Arang
Arang yang dicemplung ke Kopi Jos tak hanya berguna memberikan rasa ‘gosong’. Diolah dari kayu sambi pilihan, arang dalam kopi khas angkringan Lik Man (Yogyakarta) ini efeknya mirip dengan norit, obat pencernaan. Karbon aktif dalam arang itu mengikat racun dalam perut dan membuangnya secara alami. Bagi yang sering kembung, Kopi Jos juga manjur untuk meredam perut keroncongan.

Viva Barista - Yogyakarta-130
Viva Barista - Yogyakarta-136

Obati Ternak
Konon, nikmat kopi pertama di dunia dicicip oleh seekor kambing di Ethiopia. Penggembalanya, Khaldi, bingung melihat kambing yang satu itu berjingkrakan ke sana ke mari layaknya orang mabuk. Tak jauh dari kambing itu, tumbuh semak-semak yang penuh biji-biji merah mengilap. Penasaran, Khaldi mencicip biji-bijian itu. Sekonyong-konyong berjingkraklah Khaldi seperti kambingnya.

#14_kopiternak_teespring(dot)com

Karena kopi dan kambing tidak bisa dipisahkan. Foto: Teespring.

Efek ‘gila’ kopi ini masih digunakan para pemilik ternak untuk ‘menyemangati’ kambing yang lemas.

“Lembu atau kambing tiba2 jatuh atau sakit, dikasih bubuk kopi,” jelas Fendy Wong, coffee processor yang mengobrol dengan kami di Republik Kopi, Medan.

Campurkan bubuk kopi dengan telor dan sedikit madu, jadilah ramuan penyemangat kambing.

Viva Barista - Medan-331

Disadur dari Viva Barista (Annisa ‘Abazh’ Amalia, Gianni Fajri,
Handoko Hendroyono, & tim Maji Piktura), kompas.com, & jadiberita.com,
MNC News TV

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply