Bulan Maret adalah bulannya sejarah wanita. Sebagai sekelompok manusia yang—ehem—punya hubungan erat dengan kafein, tim kopikini.com merasa wajib memperkenalkan wanita di balik terciptanya filter kertas untuk menyeduh kopi.

Seperti banyak inovasi brilian lainnya yang lahir dari perasaan gemas dan tidak puas, kertas filter pun lahir dari kegelisahan seorang ibu rumah tangga di kota Dresden, Jerman. Mellita Brentz, namanya. Tanpa dirinya, mungkin kita tidak akan mengenal kopi seduh manual yang bebas ampas dan terasa halus di lidah.

Mellita Bentz, sang ibu rumah tangga penemu kertas filter kopi.

Semuanya bermula dari tahun 1900, di kala kopi merupakan barang dapur wajib di setiap rumah tangga.  Biasanya, kopi rumahan zaman itu diseduh dengan bantuan kantung kain berisi kopi yang kemudian disiram dengan air panas. Dengan tiga orang anak dan suami yang harus diurus, Mellita terbiasa menenggak kafein dalam kesehariannya. Namun, Mellita merasa tidak puas dengan hasil seduhannya yang terlalu pahit dan banyak ampas kopinya. Ia pun memutuskan untuk mencari alternatif lain.

Berbekal kertas buku tulis anaknya yang masih sekolah, Bentz bereksperimen merangkai kertas filter demi secangkir kopi yang lebih nyaman di lidah. Hasilnya, mungkin sudah bisa Coffeemates tebak sendiri: secangkir kopi yang bebas ampas, seduhan halus tanpa rasa pahit berlebih, dan aroma kopi yang lebih kuat.

Membangun Bisnis

Puas dengan temuannya, Melitta membagikan trik ini kepada setiap kenalannya. Melihat banyaknya penyeduh kopi yang ikut puas dengan saran yang ia berikan, Mellita lantas mendirikan perusahaan kertas filter kopi sendiri. Pada 20 Juni 1908, Imperial Patent Office memberikan hak paten kertas filter padanya. Kemudian pada tanggal 15 Desember di tahun yang sama, perusahaannya yang ia beri nama ‘M. Bentz’ mulai memasuki pasar dan resmi dibuka. Karyawan-karyawan pertamanya, tak lain tak bukan, adalah anak dan suaminya sendiri.

Hanya setahun setelah perusahaannya berdiri, Mellita berhasil menjual 1.200 buah filter kertas di Leipzig Fair. Di tahun berikutnya, bisnis yang ia kembangkan meraih medali emas dari International Health Exhibition. Penghargaan demi penghargaan terus berdatangan.

Seiring dengan perusahaan yang kian membesar, M. Bentz beberapa kali pindah ke berbagai lokasi berbeda di Dresden demi menampung perluasan perusahaan. Di saat kantor pusatnya pindah ke Minden, Westphalia di tahun 1929, M. Bentz sudah memproduksi 100.000 filter kertas.

Berangkat sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh dan menjaga banyak hal di dalam rumah, Mellita memiliki kepedulian tinggi terhadap semua karyawannya. Demi memastikan kesejahteraan mereka, Mellita membentuk badan bantuan sosial ‘Melitta Aid’ untuk para pekerjanya.

Di kala Horst mengambil alih bisnisnya pada tahun 1930, Melitta tetap hadir dalam keseharian bisnis yang ia asuh seperti anak ke-empatnya. Sempat berhenti beroperasi saat perang dunia ke-II meletus, produksi kertas filter M. Bentz kembali bangkit tahun 1948 dan tak pernah berhenti hingga saat ini. Saat Melitta Bentz meninggal di tahun 1950, perusahaannya sudah bernilai 4,7 juta Deutsche Marks (mata uang Jerman Barat–red).

Saat ini, berbagai merk kertas filter dan metode seduh boleh jadi bertebaran dalam berbagai rupa dan merk. Dengan eksperimen dari para fanatik kopi dan kaum profesional industri kopi, ide awal Mellita menjelma jadi alat-alat seduh filter dengan aneka sentuhan dan detail berbeda yang dikulik demi kesempurnaan secangkir kopi.

Namun, Coffeemates, kali berikut kalian menyeduh kopi filter di pagi hari, tuangkanlah sedikit kopi dan bersulanglah untuk nyonya Mellita. Tanpanya, tak ada secangkir kopi dengan cita rasa warna-warni yang kita temukan hari ini.

(Informasi & foto-foto disadur dari refinery29.com, drinkseriouseats.com,
awomansbridge.org, biography.com, melitta-group.com.

Tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply