Berdasarkan rendahnya angka penjualan espresso di banyak kedai kopi keren – terutama kalau dibandingkan dengan angka penjualan iced lychee tea, Ve Handojo mendeteksi berbagai alasan kenapa banyak orang takut minum espresso. siapa-takut-minum-font_resized Takut Pahit siapa-takut-minum_1-pahit

Biji kopi yang disangrai sematang-matangnya hingga berwarna segelap-gelapnya sudah makin ketinggalan jaman. Kedai-kedai kopi jaman sekarang berkiblat ke medium roast atau bahkan light roast untuk biji kopi espresso-nya. Hasilnya, rasa pahit semakin diredam, dan yang dimunculkan adalah rasa manis campur asam-segar (bukan kecut).

Di ajang kejuaraan barista dunia pun nilai tinggi hanya diberikan bagi espresso yang rasa pahitnya berhasil diredam serendah-rendahnya.   Jadi, kalau ke kedai kopi zaman sekarang, silakan cek warna biji kopi untuk espresso yang tampak jelas di dalam wadah transparan mesin penggiling kopi (grinder). Semakin muda warna cokelatnya, semakin Anda terhindar dari rasa pahitnya.

Takut Sakit Perut

“Oh, berarti rasa espresso jaman sekarang banyak asamnya, ya? Bikin sakit lambung, dong?”

siapa-takut-minum_2-sakit-perut Anda suka buah? Anda suka kedondong? Mangga muda? Anda suka perasan jeruk nipis di kuah soto tangkar? Begitulah peranan asam organik di minuman kopi; memberikan kesegaran, atau menguatkan nuansa-nuansa lain.

Untuk meminimalisir resiko sakit lambung, pastikan perut Anda tidak kosong sebelum minum kopi.

 

 

Takut Tidak Bisa Tidur siapa-takut-minum_3-tidak-bisa-tidur

Ketinggian kadar kafein yang terjerat dari bubuk kopi ke minuman kopi Anda tergantung dari beberapa faktor. Di antaranya, suhu air, tekanan saat melakukan penyeduhan, dan berapa lama bubuk kopi tersebut bersentuhan dengan air (atau jangka waktu seduh).

Dalam pembuatan espresso, memang terjadi tekanan setinggi sekitar sembilan bar sehingga tingkat ekstraksi kafein jadi tinggi. Namun, jangka waktu seduhnya hanya 20-30 detik. Hasilnya adalah minuman yang rasa kafeinnya sangat intens. Namun, sebenarnya kandungan kafeinnya tidak setinggi kopi tubruk.

 

Takut Jantungan 

siapa-takut-minum_4-takut-jantungEspresso memberikan kadar kafein yang cukup, namun dengan teknik semacam “suntikan”. Sensasinya jadi intens dan tidak sekalem minum kopi yang diseduh secara manual. Nah, yang sering membuat jantung jadi dag-dig-dug bukan kadar kafeinnya, tapi sensasi yang intens tersebut.

Selama tubuh Anda bisa berteman dengan kafein, jangan kuatir jantungan kalau minum espresso. Tentunya, akan lain lagi ceritanya kalau Anda minum banyak shot espresso sekaligus.

 

 

Takut Rugi

“Bayar tiga puluh ribu hanya dapat minuman seteguk kelar?! Mendingan tequila sekalian!”

uang Bukankah waktu adalah uang? Nah, espresso adalah pilihan tepat bagi Anda yang sedang dikejar-kejar deadline – atau utang – dan butuh asupan kafein yang cukup. Tinggal datang ke kafe, pesan espresso, tunggu 1-2 menit, teguk, kelar, kembali kerja.

Jadi, minum espresso justru memberi Anda keuntungan berupa waktu kerja yang tidak terbuang dengan bergosip di kedai kopi.

 

 

(Tulisan oleh Ve Handojo;
suntingan oleh Klara Virencia & Andreansyah Dimas;
ilustrasi oleh Nazi Cavell.)

Ve Handojo

About Ve Handojo

Ve Handojo adalah seorang penulis sekaligus salah satu pendiri ABCD School of Coffee dan Ruang Seduh. Ia juga menjadi juri di berbagai kompetisi kopi. ABCD School of Coffee juga menyelenggarakan kompetisi-kompetisi kopi berskala nasional. Instagram: @vehandojo @abcd_coffee.

Leave a Reply