Semenjak meningkatnya gairah industri kopi di Indonesia, tidak sulit bagi kita untuk menemukan specialty coffee yang disuguhkan dengan sungguh-sungguh. Namun ketika hari sedang panas-panasnya atau hujan deras mengguyur, seketika timbul rasa enggan yang sangat. Berjalan kaki ke coffee shop dekat rumah yang hanya berjarak 8 menit pun dapat jadi perkara sulit. Demi melipur lara dan memenuhi asupan kafein dalam tubuh, menyeduh kopi sendiri adalah solusinya.

Bincang singkat tim kopikini.com dengan  barista di kedai kopi rumahan menghasilkan ulasan beberapa alat seduh yang bisa Coffeemates coba di rumah. Tentunya, demi membuat kopi seduhan sendiri tetap senikmat seduhan barista andalan di kedai kopi kesayangan.

Memang, siapa lagi yang paling tepat untuk ditanya soal kiat menyeduh kalau bukan barista? Barista juara, Doddy Samsura, sempat menuturkan kiat untuk memilih biji kopi yang tepat. Kali ini giliran  Praditya Ahmad, pemilik sekaligus barista Ngoepilah Kopi Rumah, memberikan kiat-kiat sederhana bagi coffeemates di rumah. Mulai dari persiapan sebelum menyeduh, hingga rekomendasi alat-alat seduh murah nan meriah.

Persiapan Awal

Pastikan coffeemates memiliki hand grinder, alias penggiling biji kopi manual. Tidak perlu mahal, asal mampu menggiling biji kopi dengan baik.

“Kalo lo mau bikin kopi yang enak, itu harus dimulai dari fresh roasted beans,” pesan Adit, yang niscaya diamini oleh seluruh barista.

Jika Coffeemates menginginkan kopi dengan rasa yang maksimal, pastikan biji kopi yang Coffeemates punya langsung diproses sesaat setelah digiling. Maka, sangat disarankan untuk menyimpan kopi yang masih berbentuk biji daripada yang sudah menjadi bubuk.

Adit juga menyarankan agar Coffeemates memiliki scale (timbangan).

“Karena kalo mau kopi lo enak lo harus ngerti ratio. Perbandingan antara kopi dengan air,” jelas Adit.”Nah, ini harus diukur.”

Alat-alat Seduh Murah Nan Meriah

Kopi adalah urusan personal. Cara terbaik untuk membuatnya adalah dengan cara yang paling kamu suka. Untuk menentukan mana yang Coffeemates suka, berikut beberapa alat seduh yang mungkin dapat Coffeemates pertimbangkan untuk mulai mencoba.

1) French Press

Tim Huffington Post pernah mengulas soal berbagai macam alat seduh kopi rumahan. Dalam ulasan itu, French Press menjadi salah satu juaranya.

The French Press is a popular choice with coffee drinkers everywhere.

Proses penyeduhannya yang sederhana dan kemampuannya menghasilkan rasa kopi yang nikmat membuat French Press menjadi kegemaraan bagi banyak orang.

Alat ini juga menjadi saran pertama Adit.

“Karena ini simpel banget,” ujar Adit. “Kenapa simpel? Karena itu cuma ditaro kopi, terus siram air sesuai ratio yang lo mau. Abis itu tunggu 3-4 menit, baru di-press. Jadi.”

Sementara untuk suhu air, ada trik untuk mengakali termometer yang absen dari meja seduh. Setelah air mendidih, diamkan dulu air selama satu menit sebelum dituang ke dalam gelas kopi.

Gemas ingin mencoba? Tunggu dulu, Coffeemates. Ada hal lain yang perlu diperhatikan saat menyeduh kopi dari fresh roasted beans yang kamu punya.

“… jangan lupa kita butuh yang namanya pre-infuse,” pesan Adit. “Itu gunanya untuk melepas gas karbon yang masih tersisa dari biji kopi yang baru di-roasting”.

Sebelum seluruh air dtuangkan, basahkan dulu bubuk kopi dengan air panas. Lalu diamkan selama 30-45 detik. Inilah yang Adit sebut sebagai fase pre-infuse. Setelah itu, tuangkan sisa air dan diamkan selama 3-4 menit.

Voila! Kopi siap dinikmati.

2) Vietnam Drip

Menurut Adit, alat ini salah satu alat yang paling murah dan mudah digunakan. Hanya bermodal sekitar 80ribu rupiah saja, Coffeemates dapat menikmati kopi ala Vietnam di rumah.

“Buat black coffee bisa pake ratio 1:10, 150 gram air 15 gram kopi,” ujar Adit, memberi resep.”Terus kalo tambah susu, udah jadi Vietnam Coffee.”

Setelah kopi dan air dimasukkan ke dalam alat ini, Coffeemates tinggal menunggu setiap tetes kopi jatuh ke dalam gelas. Ini jenis alat seduh yang tepat bagi tiap insan yang butuh melatih kesabaran. Mungkin bukan untuk kamu yang hobi telat dan membutuhkan suntikan kafein kilat.

3) Moka Pot

“Orang Italia biasa nyebutnya espresso rumahan atau espresso kompor,” jelas Adit.

Ini adalah alat yang tepat untuk membuat espresso secara manual di rumah. Bagi Adit, ini adalah alat yang sangat multifungsi. Dari espresso, kita bisa berangkat untuk membuat varian seduhan kopi lainnya.

Coffeemates hanya perlu memasukkan biji kopi dan air di wadahnya masing-masing. Kemudian, letakkan Moka Pot di atas kompor. Tunggu saja, kopi akan keluar dengan sendirinya dalam waktu 3-5 menit.

“Lemahnya, kalo pake air yang dingin dan masaknya terlalu lama, panasnya berlebihan, kopinya bisa jadi gosong. Jadi ada bau gosong, ada bau angus dari kopinya,” peringat Adit. “Cara ngakalinnya, langsung pake air panas. Jadinya cepet.”

Daripada membeli mesin espresso dengan harga tinggi, Moka Pot adalah solusi ekonomis untuk menikmati espresso di rumah.

Ketika Coffeemates sudah handal membuat espresso dari Moka Pot, French Press yang kamu punya juga bisa dijadikan alat untuk membuat foam susu.

“Susu dipanasin dulu sampe 60-70 derajat celcius. Lalu tinggal di-pump, deh. Jadi foam susu,” papar Adit. “Bisa dipake buat latte sama cappuccino.”

 

Manapun resepnya, nikmatilah kopi segera setelah Coffeemates menyeduhnya. Kopi yang sudah diseduh akan berangsur-angsur kehilangan rasa optimalnya. Jika ingin dijadikan bekal, Coffeemates dapat menyimpannya di dalam botol tahan panas yang kedap udara. Kopi seduhanmu pun masih nikmat diseruput selama maksimal satu jam.

Mengantongi resep-resep di atas, niscaya Coffeemates akan menemukan rumah di manapun Coffeemates berada.

Home is where you can hug your coffee in your favorite mug.”

 

(Tulisan oleh Lani Eleonora,
suntingan oleh Klara Virencia;

Ditulis berdasarkan
wawancara dengan Praditya Ahmad, pemilik dan barista di kedai Ngoepilah Kopi Rumah,
& saduran dari artikel  “We Tested 9 Ways of Brewing Coffee To Find The Very Best Method” di huffingtonpost.com.

Gambar-gambar ilustrasi French Press disadur dari bluebottlecoffee.com & coffeegurus.net,
Vietnam Drip dari zonamakan.blogspot.com & soyz.wordpress.zom,
dan Moka Pot dari bluebottlecoffee.com.)

Lani Eleonora

About Lani Eleonora

Lani Eleonora adalah seorang penikmat kopi yang senang berkelana, menapaki gunung, dan menyelami lautan. Musik adalah cinta pertamanya yang menuntun ia untuk menulis.

One Comment

Leave a Reply