Waralaba kopi terbesar di dunia, Starbucks, diserang tuntutan ganti rugi sebesar US$ 5 juta (setara 65,9 miliar rupiah) karena secangkir es kopi yang ‘kurang penuh’. Stacy Pincus, wanita asal Chicago, Illinois, Amerika Serikat, menuduh waralaba asal Amerika Serikat tersebut melakukan penipuan besar-besaran dengan mengisi minuman es kopi (iced beverage) lebih sedikit dari yang seharusnya, dan memenuhi kekurangannya dengan jumlah es batu yang banyak.

#25_icedbeverages_abc7ny(dot)com

Foto: abc7ny.com

Pincus adalah seorang peminum reguler es kopi Starbucks ukuran Venti. Namun, ia mendapati es kopi ukuran Venti pesanannya berisi 14-oz, atau sekitar 414 ml. Sementara, setiap gerai Starbucks menjanjikan 24 oz kopi, atau 709 ml, untuk setiap gelas ukuran Venti. Hampir setengahnya.

“Es tidak sama dengan ‘cairan‘,” demikian isi gugatan tersebut. “Ini berarti yang Starbucks janjikan adalah ukuran gelasnya, bukan isi cairan yang akan diminum pelanggan. Ini adalah pembodohan pelanggan.”

Terdapat tiga garis hitam di gelas minuman dingin Starbucks. Garis paling atas berada tepat di batas setengah gelas. Menurut gugatan tersebut, para barista Starbucks mengisi gelas hanya sebatas garis ini. Sisanya diisi dengan es batu. Semakin besar ukuran pesanan maka semakin banyak es di dalamnya.

#25_starbucksbarista_examiner(dot)com

Menurut gugatan tersebut, barista Starbucks ‘dilatih” mengisi gelas kopi hanya sampai batas tertentu. Foto: examiner.com

Pengacara Pincus, Steven Hart, mengatakan bahwa jika kasus ini berhasil dimenangkan, maka kerugian yang ditanggung bisa lebih besar dari US$ 5 juta yang mereka minta. Uang itu akan dikembalikan pada pelanggan Starbucks yang memesan minuman dingin (iced beverages) selama 10 tahun terakhir.

Juru bicara Starbucks, Jaime Riley, berkomentar bahwa pelanggan Starbucks selayaknya mengerti bahwa ‘es’ adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari ‘minuman dingin’.

“Jika ada pelanggan yang tidak puas dengan minumannya, kami akan dengan senang hati membuatkan ulang minuman mereka,” imbuhnya. Sebelumnya, Starbucks telah dituduh mengisi susu dalam minuman cafe latte-nya ¼ lebih sedikit dari seharusnya.

WASHINGTON - JULY 2: Starbucks' new iced coffee and tea beverages are displayed during a promotion July 2, 2003 outside a Starbucks coffee shop at Dupont Circle in Washington, DC. Starbucks introduced a new line of iced tea, coffee and tea lemonade drinks to their customers to cool down in the summer. (Photo by Alex Wong/Getty Images)

Foto: Alex Wong

Disadur dari examiner.com, nypost.com, & nydailynews.com

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply