Ada satu yang istimewa di antara 23.000 lebih gerai kopi yang identik dengan warna hijau dan lambang duyung ini. Segera, yang spesial ini akan berbelah jadi tiga.

#65_Starbucks Reserve Roastery & Tasting Room Seattle

Di akhir tahun 2014, Starbucks Roastery Reserve yang pertama di dunia resmi didirikan di di kota kelahiran Starbucks, Seattle, Amerika Setikat. Seperti pabrik coklat milik Willy Wonka di Charlie & The Chocolate Factory, Starbucks Roastery menjadi tempat all-in-one, memadukan konsep kedai elit, pabrik terbuka, dan toko produk kopi. Para pelanggan yang hadir dapat menyaksikan langsung perjalanan kopi dari biji mentah hingga secangkir minuman.

#65_Howard Schultz di Roastery

Howard Schultz, CEO Starbucks, di depan bar Starbucks Roastery Reserve. Foto: Jamel Toppin, Forbes

“Saya membuat konsep Starbucks Roastery ini sejak sembilan atau sembilan setengah tahun yang lalu,” gagas CEO Starbucks, Howard Schultz dalam wawancara dengan Forbes. “Prinsipnya satu: ‘Kita butuh sarang Willy Wonka untuk kopi.’”

Butuh hampir satu dekade bagi Howard untuk menemukan formasi yang tepat antara kafe, pabrik pemanggangan kopi, dan toko sesuai visinya. Mulanya, ia membayangkan tempat pemanggangan kopi berada tepat di tengah ruangan.

#65_starbucks roastery sketch

Kini, pada gerai Starbucks raksasa di Seattle ini, tempat pemanggangan kopi diwujudkan di pojok ruangan agar tetap dapat dinikmati pelanggan tanpa membuat ruangan terasa sesak. Sementara itu, pelanggan disambut dengan etalase pemesanan saat memasuki Starbucks Roastery Reserve.

Sembari menunggu pesanannya jadi, bar terbuka Starbucks memungkinkan pelanggan menyaksikan berbagai pemrosesan kopi secara langsung. Tabung-tabung pemrosesan dingin (cold drip) dan manual (manual brew) berjejer di balik bar yang berada di tengah ruangan ini.

“Kami ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan pelanggan kami. Itulah mengapa di Roastery ini, kopi mendapat tempat di tengah panggung,” jelas seorang juru bicara Starbucks.

#65_Probat at Starbucks Roastery Seattle

Dengan terbuka menyuguhkan proses pengolahan kopinya, Starbucks berniat menggelitik rasa penasaran para pelanggan.

“Roastery ini pada dasarnya teater untuk kopi. Kami mengundang pelanggan untuk berinteraksi dengan pemanggang (roasters) dan barista Starbucks, mendiskusikan seni di balik proses pemilihan biji kopi, pemanggangan, hingga penyeduhan kopi-kopi langka,” demikian isi rilis dari pihak Starbucks.

Lebih dari sekadar pengalaman wisata ke pabrik kopi, Starbucks Roastery Reserve juga menyediakan minuman-minuman eksklusif a la Starbucks Reserve yang tidak tersedia di toko-toko Starbucks biasa.

2018 nanti, mega-toko Starbucks satu-satunya di dunia ini akan merambah ke New York City, kota megapolitan tempat 220 gerai Starbucks bersarang, di tengah distrik Meatpacking di Manhattan. Starbucks Roastery Reserve yang kedua ini dijamin tiga kali lipat lebih besar dari pendahulunya di Seattle: seluas hampir setengah ukuran lapangan bola dan terdiri dari sembilan lantai.

#65_Starbucks Roastery NYC model

“Untuk New York, kami ingin mengambil elemen-elemen dari kreasi orisinil kami sebelumnya dan membuatnya lebih besar dan berkarakter,” jelas Howard Schultz.

Selain ke New York City, gerai istimewa Starbucks ini mulai merambah ke luar Amerika Serikat. Mei 2016 lalu, Starbucks menyatakan akan menjejakkan Starbucks Roastery Reserve global pertamanya di Shanghai, RRC di tahun 2017.

Disadur dari time.com, forbes.com, businessinsider.com,
nbcnews.com, cosmopolitan.com, & popsugar.com

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply