Meski sempat diterpa isu negatif tentang penangkaran Luwak yang tidak layak, kopi Luwak khas Indonesia terbukti masih menarik minat dari penikmat kopi luar negeri. Di acara lelang kopi SCAI Expo ke-5 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kopi Spesialti Kopi Indonesia (AKSI, atau SCAI), Minggu (4/12) lalu, kopi arabika Luwak ‘Rantekarua’ asal Tana Toraja diboyong oleh pembeli asal Hong Kong, Anthony Kwong.

lelang-kopi-kopiku-luwak-arabika-rantekarua-scai-expo-2016-4

lelang-kopi-anthony-kwong-scai-expo-2016

Anthony Kwong, penjual beras kopi dan Q-Grader terlisensi asal Hong Kong.

Ini bukan kali pertama kopi Luwak menjadi incaran pemburu kopi mancanegara di ajang lelang kopi SCAI. Pengamat industri kopi, Toni Wahid, lewat laman pribadinya Cikopi.com, mencatat bahwa Luwak Rejang Lebong asal Bengkulu (86.04) pada lelang kopi SCAI tahun 2012 diboyong oleh pembeli asal Korea.

Tahun ini, kopi Luwak Arabika Rantekarua yang dibeli Anthony mendapat skor cicip rasa (cupping score) 80.63, dengan karakter rasa ‘teh hitam’ & ‘rempah-rempah’ (‘Black Tea’ & ‘Spice’). Kopi Luwak asal Tana Toraja ini bukan kopi Luwak dengan skor tertinggi di pelelangan ini. Tiga kopi Luwak Arabika lainnya, yakni Kanyumas Java Ijen asal Gunung Ijeng Raung, Bener Meriah asal Aceh, Manglayang asal Bandung, masing-masing memiliki skor 82.75, 82.75, dan 82.13. Namun, Anthony mengaku terpatil Rantekarua begitu mencicipi kopi ini di dua sesi cicip rasa (cupping), yakni sesi cupping kurator lelang maupun sesi cupping untuk umum.

We’re just being honest to coffee. Whatever it’s a good coffee, it’s a good coffee,” ujar Anthony. “What we can do as a buyer, what we can do to appreciate, is by showing them (farmers) our support. Doing the bidding.”
(‘Kami jujur soal kopi. Ketika kopi itu enak, ya enak. Sebagai pembeli, yang bisa kami lakukan untuk mengapresiasi dan mendukung petani adalah memberi harga pada kopi mereka.’—red)

lelang-kopi-anthony-kwong-hong-kong-scai-expo-2016-2

Anthony Kwong (kanan), bersama partnernya Jimmy (kiri), saat sesi cicip rasa (cupping) panelis untuk memberi skor pada kopi yang akan dilelang di SCAI Expo 2016, Jumat (2/12).

lelang-kopi-jimmy-wa-shing-company-hong-kong-scai-expo-2016-1

Di Hong Kong, Anthony bersama partnernya Jimmy menyuplai beras kopi (green bean) ke kedai-kedai kopi setempat. Namun, rupanya bukan naluri bisnis yang menggerakkan Anthony untuk membeli biji kopi hasil luwak tangkar ini. Anthony murni ‘kalap’ karena lidah Q-Gradernya tidak bias berdusta. Ia mengaku belum punya rencana apapun untuk 20kg kopi luwak yang dibelinya seharga Rp 500.000,- per kg tersebut.

I have no idea how to use it. But the taste is good. So we just buy it first,” ujar Anthony. “Later, lah, we have to think of it later.
(‘Sejujurnya kami tidak tahu mau kami apakan kopi itu. Tapi rasanya enak. Jadi kami beli dulu. Nanti, lah, kita pikirkan nanti.’—red)

Sebagai distributor kopi di Hong Kong, Anthony mengamati bahwa kualitas kopi Indonesia kian membaik dalam beberapa tahun belakangan. SCAI Expo yang kelima ini merupakan kali pertama ia datang ke ajang lelang kopi Indonesia.

Dari 94 sampel kopi yang dikirim kepada SCAI untuk diikutsertakan dalam lelang, terpilihlah 18 kopi Arabika, 4 kopi Luwak Arabika, 6 kopi Robusta, dan 1 kopi Luwak Robusta. Kumpulan sampel kopi ini lalu dikurasi oleh tim pencicip kopi yang dipimpin oleh Adi W. Taroepratjeka dari sekolah kopi tersertifikasi, 5758 Coffee Lab Bandung.

lelang-kopi-adi-w-taroepratjeka-scai-expo-2016

Adi W. Taroepratjeka dari 5758 Coffee Lab Bandung, memandu sesi cupping panelis untuk lelang kopi di SCAI Expo 2016, Jumat (2/12).

Dari 4 jenis kopi Luwak arabika dan 1 jenis kopi Luwak robusta yang terjaja di lelang ini, Kopi Luwak arabika Manglayang (skor 82.13) laris dengan harga jual tertinggi, yakni Rp 700.000/kg untuk besaran lot 10kg kepada Andry Yanuar dari Kiwari Farmers.

Sementara itu, kopi arabika yang laris dengan harga tertinggi di lelang kali ini adalah kopi Benteng Alla yang berasal dari Gunung Latimojong, Enrekang, Sulawesi Tengah, dengan harga Rp 450.000,-/kg untuk besaran lot 60kg. Kopi asal Sulawesi Tengah ini, yang juga menyandang skor cicip rasa tertinggi di lelang ini (83.38), diboyong oleh Suryadi dari Bali.

Secara keseluruhan, Wirawan Tjahjadi dari Kopi Bali menjadi pembeli varian kopi terbanyak dengan memboyong 6 jenis kopi, antara lain:

  • arabika Denpina Toraja (skor 82.19), dengan harga Rp 135.000,-/kg untuk besaran lot 135kg;
  • arabika Sopai Tiro Allo (skor 81.14), dengan harga Rp 95.000,-/kg untuk besaran lot 150kg;
  • arabika Sapan Talimbangan (skor 82.82), dengan harga Rp 90.000,-/kg untuk besaran lot 250kg;
  • arabika Sapan Salu Silaga (skor 81.55), dengan harga Rp 90.000,-/kg untuk besaran lot 217kg;
  • robusta Buntao Salu Tembamba (skor 80.81), dengan harga Rp 85.000/kg untuk besaran lot 104kg; serta
  • arabika Sapan (skor 81.63) yang harganya masih dalam proses negosiasi dengan petani, untuk besaran lot 120kg.

Sementara itu, Ketua SCAI A. Syafrudin sendiri membeli arabika Matindo (skor 82.59) dengan harga Rp 85.000,-/kg untuk besaran lot 600kg , dan Awan Rantekarua To Taliang (skor 75.64) dengan harga Rp 85.000,-/kg untuk besaran lot 160kg.

lelang-kopi-wirawan-tjahjadi-kopi-bali-scai-expo-2016-1

Wirawan Tjahjadi, pengusaha Kopi Bali, menjadi pembeli varian kopi terbanyak di lelang kopi SCAI Expo 2016.

lelang-kopi-syafrudin-ketua-scai-scai-expo-2016-1

Ketua SCAI, A. Syafrudin turut menjadi peserta dalam lelang kopi SCAI Expo 2016, Minggu (4/12).

Di lelang tahun ini, besaran lot kopi kembali dibuat dalam partai kecil (microlot). Sebelumnya, lelang kopi SCAI Expo menerapkan 600kg sebagai besaran lot minimum untuk setiap jenis kopi.  Kini, peserta lelang dapat memboyong sebuah jenis kopi dengan besaran lot 60kg saja. Besaran lot kopi Luwak sendiri berkisar antara 10-20kg.

Salah satu tim pencicip kopi, Wakil Ketua Bidang Pelatihan SCAI Michael Utama menjelaskan, pengecilan jumlah lot kopi ini dilakukan untuk merangkul para microroaster (pemanggang kopi dalam jumlah kecil) yang tengah bermunculan di tengah industri kopi Indonesia. Dengan jumlah lot kopi yang lebih kecil, Michael melanjutkan, daya tarik lelang kopi tidak hanya terfokus pada pebisnis kopi partai besar dan pembeli mancanegara.

lelang-kopi-michael-kopiku-scai-expo-2016

Wakil Ketua Bidang Pelatihan SCAI Michael Utama, seorang Q-Grader terlisensi.

lelang-kopi-panelist-cupping-session-scai-expo-2016-1

Panelis pencicip rasa (cupper), di tengah sesi pemberian skor untuk kopi lelang SCAI Expo, Jumat (2/12).

lelang-kopi-kopiku-scai-expo-2016-3

Jajaran nomor untuk peserta lelang SCAI Expo.

(Liputan, tulisan & suntingan oleh Klara Virencia;

foto oleh Clarissa Eunike & Andreansyah Dimas;

suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply