Di pagi yang terik setelah lembur berkepanjangan selama beberapa hari namun tetap harus bekerja kembali, dengan gaji masih harus ditunggu turun tiga hari lagi, rasanya ingin kembali saja ke alam mimpi.

Jika kamu merasa tidak bersemangat, gelisah, dan enggan melakukan apapun, mungkin kamu mengalami apa yang disebut oleh Coffeemates masa kini sebagai despresso. Alias, gejala kekurangan dosis kafein dalam tubuh dan butuh tendangan espresso.

Nyatanya, mengkonsumsi kopi dapat menurunkan tingkat kegelisahan dan depresi. Atau setidaknya, begitulah menurut sebuah riset dalam Australian and New Zealand Journal of Psychiatry pada bulan Maret tahun 2016. Begitupun dengan peneliti dari Qingdu University Medical College di Cina, yang menemukan setiap satu cangkir kopi per hari dapat menurunkan resiko depresi hingga 8%.

Rasa-rasanya enggak pengin bangun-bangun lagi.

Penelitian yang melibatkan 50.000 wanita lanjut usia tersebut menemukan perbedaan yang signifikan antara kelompok yang mengkonsumsi satu cangkir kopi per minggu, dengan kelompok yang mengkonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi per hari. Kelompok yang mendapat asupan kafein lebih banyak terbukti mengalami penurunan tingkat depresi sebanyak 15%. Sementara itu, kelompok lain yang mengkonsumsi empat cangkir kopi atau lebih per hari mengalami penurunan tingkat depresi hingga 20%.

Rupanya, kafein dalam kopi membantu peningkatan hormon dopamine di area prefrontal cortex, bagian otak yang sangat berperan dalam mempengaruhi mood. Kafein juga membantu keseimbangan kadar dopamine yang tersimpan di dalam amygdala, bagian otak yang sangat mempengaruhi tingkat stres dalam tubuh.

Jika kamu pernah jatuh cinta, merasa bahagia dan berbunga-bunga setiap bertukar sapa dengan sang pujaan hati, maka kamu tentu kenal dengan efek hormon dopamine. Hormon ini memegang peran penting dalam peningkatan rasa bahagia dan, terlebih lagi, rasa termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Di dalam tubuh orang yang mengalami depresi, tingkat hormon dopamine ini sangat rendah. Para psikolog pun menyarankan konsumsi kopi setiap hari, atau di saat-saat tertentu ketika pasien merasa stress, panik, dan depresi.

Kopi juga mengandung chlorogenic acid, ferulic acid, dan caffeic acid yang bertanggung jawab untuk menurunkan sel-sel saraf penyebab depresi. Kafein yang terkandung di dalam kopi memiliki zat antioksidan yang dapat membantu menenangkan sel-sel otak yang tersulut emosi.

Om, kopi Om.

Eits, dengan semua fakta yang Coffeemates ketahui ini, jangan lantas Coffeemates keburu semangat mengganti total air mineral yang harus Coffeemates konsumsi dua liter sehari menjadi kopi.

Meskipun kafein dapat meningkatkan mood, konsumsi terlalu banyak akan berefek sebaliknya. Tingkat depresi dapat turun secara signifikan hanya jika konsumsi kopi berada di atas 68mg dan di bawah 509mg per hari, atau sekitar satu sampai lima cangkir per hari..

Jika Coffeemates mengkonsumsi kafein terlalu banyak dalam jangka panjang, magnesium dalam tubuh yang sangat berpengaruh bagi neurotransmitter otak akan terkikis. Terlalu banyak kadar kafein dalam tubuh juga dapat menyebabkan gula darah tidak stabil. Bukannya tenang, yang ada malah tambah gelisah. Psikolog yang menulis buku “Put Anxiety Behind You”, Peter Bongiorno, ND, Lac. menemukan beberapa pasiennya yang mengkonsumsi kafein berlebihan dalam jangka panjang malah jadi lebih mudah mengalami kegelisahan dan depresi.

Porsi yang cukup, tanpa harus berlebihan.
Silahkan teguk secangkir espresso ketika tubuh memang membutuhkan.

Semoga kopi dapat membantu kamu melewati akhir pekan di tanggal tua dengan lebih tenang dan bersahaja.

 “Three cups of coffee a day, keep the doctors away.”

(Tulisan oleh Lani Eleonora,
suntingan oleh Klara Virencia;

Disadur dari huffingtonpost.com, rd.com,
psychiatryadvisor.com, & psychologytoday.com.)

 

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply