Kolektif di balik video Beda Itu Indonesia yang bergulir di akun-akun instagram sejumlah kedai kopi di ibukota, sejak Kamis (3/11) siang, kini angkat bicara. Kolektif yang meminta dipanggil dengan nama ‘Mawar’ ini mengaku tidak merancang kampanye ‘sepatu belang’ untuk dikaitkan dengan gerakan ‘Kopi Gratis 4 Nopember’.

“Yang kita lakukan ini sifatnya organik, ya. Kami sifatnya menyulut. Ibaratnya, kalau yang satu frekuensi akan sama,” papar salah anggota kolektif ‘Mawar’. Selain komunitas kopi, ia memaparkan, gerakan ini turut menyambar dukungan dari komunitas-komunitas lain. Komunitas scooter, misalnya. “Alhamdulilah, teman-teman kedai kopi merayakan dengan cara yang berbeda-beda.“

Terdiri dari 5 anggota, kolektif ‘Mawar’ memilih untuk tidak tampil sebagai pribadi.

“Sebenarnya begini, kenapa kita nggak terlalu penting kita itu siapa, karena kita yakin satu Indonesia yang punya pemikiran sama, banyak. We just happened to be the one (yang buat video—red),” papar salah satu anggota kolektif ‘Mawar‘, via telepon kepada kopikini.com, Kamis (3/11) malam. “Tapi kita yakin di Indonesia sebenarnya banyak yang berpikiran sama.“

Kolektif ‘Mawar’ mengaku tidak mewakili agenda politik tertentu, selain dari menyuarakan kebhinnekaan yang mereka rasa ‘hampir lenyap’.

“Kita lahir kan tidak bisa pilih, ya,” lanjut salah satu anggota kolektif ‘Mawar’. “Kita nggak mau dipecah belah, kita nggak mau diadu domba. Keunikan Bhinneka Tunggal Ika, cuma kita yang punya.”

161103-beda-itu-indonesia_1

Semangat kebhinnekaan ini mereka tuangkan dalam video melalui ajakan untuk mengenakan ‘sepatu belang‘, sebagai perlambang ‘maju jalan bersama, meski kita berbeda’. Dalam video berdurasi 58 detik tersebut, tidak disebutkan mengenai rentang waktu gerakan ‘sepatu belang’ ini.

Komentar kolektif ‘Mawar’ singkat saja. “Sampai kita—semuanya bisa menerima perbedaan itu nggak masalah.”

Lebih lanjut, kolektif ‘Mawar’ menjelaskan, mereka tidak secara khusus memanfaatkan momen demonstrasi 4 November untuk memviralkan video Beda Itu Indonesia. Tercatat, video ini pertama kali diunggah oleh akun @esmimbo pada hari Senin (1/11). Kolektif ‘Mawar’ membenarkan bahwa syuting video tersebut dilaksanakan pada saat acara Car Free Day, Minggu (30/10) kemarin. Gerakan ‘sepatu belang’ ini sendiri mereka buat dalam semangat Sumpah Pemuda yang tahun 2016 ini jatuh pada Jumat (28/10) lalu.

Menanggapi dukungan dari komunitas kopi, kolektif ‘Mawar’ sendiri Komunitas ‘Mawar’ secara khusus mengajak komunitas kopi untuk turut mengunggah momen-momen ‘sepatu belang’ di kedai-kedai kopi dengan tagar #sepatubelang.

beda-itu-indonesia-3

Sepanjang wawancara, para anggota kolektif ‘Mawar’ silih berganti menjawab. Tetap, mereka satu suara positif tentang tren bermunculannya ‘kedai kopi gelombang ketiga’ (third wave coffee shop). Selain identik dengan menonjolkan asal-usul biji kopi, tren kopi ini kian menuntut eksplorasi gaya seduh dan konsep penyajian. Ruang eksplorasi ini kerap membuat karakter satu kedai kopi dengan kedai kopi lainnya begitu berbeda. Bagi kolektif ‘mawar’, ini merupakan bentuk kebhinnekaan.

“Sekarang lagi banyak third wave coffee shop. Kita support perkembangan itu loh,” ujar salah satu anggota kolektif ‘Mawar’. Di tengah wawancara, ia pribadi mengaku menggemari kopi Sidikalang.

“Banyak small coffee shop (kedai kopi kecil–red), tapi beda-beda. Kelompok kita sendiri sangat dukung arah yang itu.”

Semangat kebhinnekaan dalam kopi turut didengungkan melalui keterangan pendamping video. ABCD School of Coffee (@abcd_coffee), misalnya, mengunggah video tersebut bersama dengan keterangan:

“Coffee is all about diversity. And coffee unites us. Kalau Indonesia adalah negara kopi, berarti Indonesia adalah negara yang beda, dan perbedaan adalah ke-Indonesia-an.”

Sembari menyuarakan semangat menangkal isu SARA di demonstrasi Jumat (4/11), kedai-kedai tersebut menjanjikan secangkir kopi gratis bagi mereka yang mengenakan ‘sepatu belang’ saat berkunjung ke kedai kopi di hari Jumat (4/11), Sabtu (5/11), ataupun Minggu (6/11).

Kedai kopi yang turut berpartisipasi dalam gerakan kopi gratis 4 Nopember ini, dapat ditelusuri di melalui tagar #sepatubelang.

(Tulisan & liputan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply