Berawal dari kesuksesan Es Kopi Susu Tetangga dari Toko Kopi Tuku hingga kemudian memicu munculnya beragam es kopi susu lain dari berbagai kedai. Hal ini jugalah yang menuntun bincang-bincang santai bersama Bernard Batubara ketika ia berkunjung ke markas kopikini.com. Sebagai penulis muda Indonesia yang berdomisili di kota Yogyakarta, Bara mengaku fenomena es kopi susu ini pun sudah menyentuh banyak kota.

“Apa yang aku paling sukai adalah dia benar-benar mengubah visi banyak kedai kopi. Bukan cuma di Jakarta tapi juga sampai ke Jogja. Bahkan pas kemarin aku pulang kampung ke Pontianak tuh beberapa teman yang punya kedai di Pontianak udah ngeluarin kopi susu karena tak lain dan tak bukan, kepopuleran Tuku.” Bara mengungkapkan.

Di sini, agaknya misi Andanu Prasetyo saat membuat Tuku pun mulai terealisasi (Baca juga, TUKU: Secangkir Kopi dari Jendela). Tatkala demam es kopi susu mulai menjangkiti, budaya ngopi masyarakat pun kian tumbuh dan terbentuk. Alhasil, es kopi susu diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk berkenalan dengan konsep kopi specialty.

“Buatku sih hal yang paling menarik adalah sebenernya minuman kopi susu itu bukan minuman yang baru-baru banget gitu lho. Itu sudah ada dari first wave coffee.” Bara menambahkan. “Aku pikir sih, ini pemutakhiran. Sesuatu yang sudah ada sejak lama tapi dikemas dengan cara baru dan dinikmati oleh orang yang belum ngeh sama kehadiran ini.”

Kamipun berinisiatif untuk mencoba beberapa es kopi susu yang mudah kami jangkau dari markas kopikini.com, hingga terpilihlah enam es kopi susu, dan Tuku salah satunya. Sebagai pelopor, Tuku pun menutup manis bincang santai kami.

Bara mencoba enam es kopi susu yang tersaji di meja sebelum memilih mana yang paling memikat lidahnya.

Es Kopi Susu Almond, Kopi SANA

Meski Kopi Sana juga memiliki menu es kopi susu biasa, es kopi susu almond menjadi salah satu pilihan untuk kami coba. Atas nama rasa penasaran, harga yang lebih mahal pun rela dibayar. Untuk segelas es kopi susu almond setidaknya kamu harus mengeluarkan uang Rp 35.000 per gelas.

Sejalan dengan Studio Sana yang menawarkan kelas yoga hingga zumba, Kopi Sana pun menawarkan kopi susu almond sebagai alternatif. Menurut data dari HealthMatters, jika dalam satu cangkir susu mengandung 130 kalori, susu almond hanya mengandung 39 kalori. Bahkan jauh lebih kecil dibandingkan kalori dalam susu kacang kedelai.

“Almondnya sih berasa banget ya. I mean, tanpa dikasih tau bahwa ini almond pun gue bisa mendeteksi almondnya.” Ungkap Bara setelah mencicipi. Es kopi susu almond Kopi Sana pun berhasil memberikan citarasa yang berbeda dari es kopi susu lainnya. “Dan menurutku cukup enteng untuk ukuran kopi susu. Kopinya masih berasa sih. Tapi lebih kentara susu almondnya.”

Es Kopi Susu Almond racikan Kopi Sana.

Es Kopi Susu Koncian, IMBA

Hal lain yang menarik dari efek kesuksesan Tuku adalah munculnya produksi es kopi susu dari rumah tanpa kedai. Berlogo kucing hoki, Imba merupakan salah satu es kopi susu produksi rumahan yang dipasarkan hanya melalui sosial media dan hanya bisa dipesan dari menu yang tersaji di salah satu aplikasi ojek online. Menggunakan kopi robusta Lampung, karakter kopi pun lebih kuat terasa.

“Ini kopinya lebih berasa. Karena kalo menurutku sih kopi yang paling cocok untuk dijadiin kopi susu itu robusta. Karena kopinya kan lebih kuat dibanding arabika. Jadi kalo dikasih susu, kopinya masih muncul gitu. Ada rasa kacangnya juga.”, ulas Bara.

Imba dengan logo kucing hokinya.

Mau mengajak Bara ngopi? Ini dua dari tiga es kopi susu favoritnya.

Berikut ini adalah tiga es kopi susu yang berhasil memikat lidah Bara:

WONG

Kopi Wong lagi-lagi merupakan kopi produksi rumahan. Berkat strategi pemasaran yang tepat melalui sosial media, es kopi susu ini berhasil menjual 60 gelas sehari, meski baru lima hari meluncurkan produknya. Menggunakan empat jenis kopi, yakni Toraja, Mandailing, Flores, dan Aceh Gayo membuat sentuhan kopi terasa lebih kuat lagi dibandingkan kopi lainnya.

“Buat aku ini kopinya lebih kuat lagi. Kopi-kopi Sumatera semua soalnya.” Ujar Bara yang kemudian memilih es kopi susu ini sebagai salah satu favoritnya.

Kopi milik wong cilik, katanya.

KOPI CUAN

Memilih campuran rum sebagai penambah aroma, Kopi Cuan pun berhasil memikat Bara. “Aku suka ini karena belum pernah ngerasain es kopi ada sensasi aroma manis asam rum-nya. Aroma dan asam manisnya rum intense.”

Berkat rum yang mendominasi rasa dan aroma, es kopi susu ini juga cukup memikat banyak hati. Tapi jangan salah sangka Coffeemates, rum yang digunakan di sini bukanlah alkohol. Hanya perasa makanan dengan kandungan alkohol nol. Halal, tentunya.

Nge-rum bersama Kopi Cuan.

BERSAHAJA

“Ini salah satu kopi yang masuk wishlist ku. Karena waktu Tuku lagi rame-rame banget, aku setelah itu melihat beberapa posting-an temen-temen yang tinggal di Jakarta minum kopi Bersahaja ini dan aku belum sempet nyobain.” Bara memaparkan.

Berkolaborasi dengan Roti Eneng, es kopi susu Bersahaja menjadi pendamping yang pas ketika sarapan. Memiliki tekstur creamy tanpa kehilangan rasa kopinya sendiri membuat kopi Bersahaja pun menjadi salah satu dari tiga es kopi pilihan Bara.

Bersahaja nan sederhana.

Sebagai penutup, ada sedikit pesan untuk kamu Coffeemates dari segelas es kopi susu Bersahaja, “Jangan terlalu sibuk mencari yang sempurna, bila yang bersahaja sudah dapat membuat bahagia.”

 

(Sumber data dari healthmatters.nyp.org

Liputan oleh Bernard Batubara, Clarissa Eunike dan Lani Eleonora

Tulisan dan suntingan oleh Lani Eleonora 

Foto-foto dan suntingan foto oleh Andreansyah Dimas)

 

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

One Comment

  • Edward says:

    Udh sempet ngicipin semua, paling suka sama wong, kopinya bener2 kerasa, everything just well blended and taste fine

Leave a Reply