Coffeemates pasti sudah akrab betul dengan istilah specialty coffee. Namun, apa nama Erna Knutsen sudah pernah terlintas di telinga Coffeemates?

Wanita yang kini sudah berusia 95 tahun ini adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah specialty coffee alias ‘kopi spesialti’ dalam industri kopi. Istilah ini pertama kali muncul dalam salah satu isu Tea & Coffee Trade Journal yang ditulis oleh Erna Knutsen pada tahun 1974.

Menurut Erna Knutsen, kopi spesialti adalah istilah untuk biji kopi dengan rasa terbaik yang diproduksi pada iklim mikro khusus. Kemudian, ditetapkan pula oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA), bahwa hanya kopi dengan nilai cupping 80 hingga 100 lah yang masuk dalam kategori specialty coffee.

Keluarga Knutsen pertama kali berimigrasi dari Norwegia dan mendarat di New York pada tahun 1926. Erna lalu menemukan jalan ke San Fransisco dan membuat perusahaannya sendiri, Knutsen Coffees Ltd., di tahun 1985.

Seorang Model yang Masuk Ke Lahan Laki-laki

Mengawali karir sebagai seorang model di New York, Knutsen kemudian bekerja sebagai sekretaris di Bay Area yang bergerak di bidang kopi dan rempah. Suatu hari, ia bertemu seorang broker yang mengaku punya sekantung kecil biji kopi ‘specialty’. Itulah titik ketika arah hidup seorang Erna Knutsen berubah.

“Bos saya mengatakan, perusahaan kami bisa membelinya jika saya bisa menjualnya,” Knutsen bercerita. Laki-laki yang bekerja di divisi penjualan pada saat itu sama sekali tidak mengijinkan Erna untuk masuk ruang roasting dan mengolah biji kopi tersebut. Hingga akhirnya, beberapa rekan kerja lain membantu dan membawakan biji kopi yang sudah dipanggang kembali ke meja kerjanya.

“Semua orang gaduh karenanya,” Knutsen berkisah. “Kami pun membeli 300 kantung.”

Kemudian Knutsen pun memulai petualangan liarnya di duniakopi.

“Tidak pernah ada perempuan yang menyebrang batasan ini – dari sekretaris menjadi penjual,” Knutsen mengenang cerita hidupnya. “Aku mencintai itu semua, aku cinta orang-orang di dalamnya, namun laki-laki sungguh membuat saya kesulitan. Mereka tidak menyukai gagasan bahwa seorang perempuan masuk dan melakukan apa yang aku kerjakan saat itu.”

Sebagai seorang perempuan yang memiliki bisnis kopinya sendiri di tahun 80-an, Erna menjelaskan bahwa hanya sedikit wanita dalam industri kopi saat itu. Sejauh ingatannya, tidak ada satupun perempuan dalam industri ini yang mengimpor kopi sendiri di kala itu.

Tanpa ambil pusing terhadap kaum laki-laki yang kerap menghalangi jalannya, Knutsen hanya fokus kepada orang-orang yang justru bersedia membantunya. Termasuk atasannya yang membantunya melakukan pembelian pertama hingga melalui perjalanan panjang sampai ia menuai apresiasi dan penghargaan broker lain dari New York hingga San Fransisco.

Erna Knutsen kemudian menjadi orang pertama yang pernah menerima Lifetime Achievement Award dari Specialty Coffee Association of America (SCAA) pada tahun 1991 atas dedikasinya mengembangkan industri ini.

Menemukan Rekan Kerja dan Kekasih Hati di Dunia Kopi

Lagi-lagi, kopi menjadi benang merah untuk menyatukan hati. Ketika Erna Knutsen menjalankan perusahaannya, ia bertemu dengan John Rapinchuk yang kemudian menjadi suaminya pada tahun 1990. John lalu menjadi Board Director di  SCAA pada tahun 1998 hingga tahun 2000, juga mewakili Knutsen Coffees dalam Roaster Guild sebagai sponsor dan partisipan dalam tim pencicip kopi.

Sherri Johns, salah satu rekan dari John dan Erna dari Alliance for Coffee Excellence, mengenang John sebagai orang yang kritis dan cerdas, dengan kepribadian unik seperti halnya specialty coffee yang ia geluti. Menurut istrinya Erna Knutsen, John “tidak pernah suka mengangkat telepon”.

“Cintanya kepada Erna adalah karakter terbaik yang paling dikenang dari John. Menemani Erna kemanapun dengan penuh kasih dan kesetiaan,” kenang Sherri Johns ketika diwawancarai oleh dailycoffeenews.com.

Menjelajahi dunia kopi bersama Erna Knutsen, John Rapinchuk kemudian menjabat sebagai Chief Financial Officer di Knutsen Coffees Ltd. selama 20 tahun. Baru-baru ini, di umurnya yang ke-65, ia tutup usia.

Pada tahun 2014, Erna Knutsen sendiri memutuskan untuk undur diri dari dunia kopi di umur 93 tahun.

Erna Knutsen saat menerima Lifetime Award Achievement dari Specialty Coffee Association of America (SCAA). Sumber: nordiccoffeeculture.com

Sebagai perempuan yang mengembangkan perusahaan beras kopi selama lebih dari 30 tahun, Erna Knutsen dikenal akan kerja kerasnya dalam organisasi penjualan kopi.  Jejak yang ditinggalkannya ini turut membuka jalan bagi para wanita dalam industri yang secara tradisional dikenal sebagai ‘lahannya laki-laki’.

Dalam suratnya kepada seorang teman dalam komunitas roasting, Knutsen menulis:

“Ya, ini merupakan perjalanan yang menyenangkan, tapi sudah waktunya kita mundur dan keliling dunia. Kita sungguh beruntung dikelilingi banyak teman dalam tahun-tahun kita di bisnis specialty coffee. Tidak ada pilihan karir yang lebih baik dari ini.

Sungguh merupakan pengalaman yang menakjubkan, mencari dan meng-impor kopi-kopi terbaik di dunia untuk teman-teman kita di bisnis roasting itu. Begitupun bekerja bersama SCAA, menyebarkan pentingnya ‘kualitas’ di negara produser maupun konsumer kopi—sangatlah menyenangkan dan memuaskan.”

Kami turut berbahagia, Erna.

(Tulisan oleh Lani Eleonora,
suntingan oleh Klara Virencia.

Informasi disadur dari dailycoffeenews.com, sprudge.com, nordiccoffeeculture.com.

Foto-foto disadur dari lilliancafe7.pixnet.net, home-barista.com,
nordiccoffeeculture.com, & sprudge.com.)

 

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

One Comment

Leave a Reply