Bukan soal disain interior-nya Instagram-able atau tidak, mesin espresso-nya paling canggih atau terbelakang, barista-nya bertato atau berbekas kerokan, maupun biji kopi-nya lokal atau impor. Ve Handojo menganjurkan Anda memeriksa hal-hal fundamental lain saat mencoba sebuah kedai kopi baru. Aroma Ruangan Dalam hal citarasa aroma adalah segalanya. Aroma yang membuat setiap seruput kopi semakin nikmat. Aroma kopi tidak boleh terganggu oleh bau ikan dari dapur yang asyik memasak tuna. Jangan juga menggunakan minyak aromatherapy secara berlebihan. Aroma kopi bermusuhbebuyutan dengan bau rokok. Mau merokok sambil minum kopi? Boleh, tapi area-nya harus sangat terpisah. aromaWalau terkesan tipis saja, tapi lama-lama asap rokok yang terus menempel di grinder, syphon, cangkir, V60, atau perabotan seduh lain akan sulit dihilangkan. Semua peralatan untuk membuat minuman kopi yang Anda bayar mahal ini harus steril. Lain ceritanya bagi kedai kopi yang diperuntukkan bagi mereka yang suka nongkrong sampai larut malam sambil merokok. Silakan penuhi warung dengan asap rokok, tapi rasanya tidak perlu menghidangkan kopi spesialti atau premium karena kualitasnya tidak akan terjaga. Beda konsep, beda pangsa pasar. Grinder Bukan soal modelnya ataupun harganya, tapi kondisinya. Terutama, kondisi hopper alias tempat penampungan biji kopi sebelum digiling. Biasanya hopper ini transparan. Nah, dalam sekilas saja kita bisa melihat apakah hopper ini bersih dan bening, atau buram berminyak tanda jarang dibersihkan? grinder Kejernihan Informasi Tempatnya boleh bergaya hipster dan “third-wave banget!” seperti yang disebutkan di sini (http://kopikini.com/10-tanda-kerennya-sebuah-kedai-kopi/). Tapi, third wave coffee tidak ada hubungannya dengan dandanan interior, melainkan “traceability” – keterbukaan dan kejernihan informasi. Barista bertato, berkumis klimis, ber-pomade, dan bercelemek kulit itu mesti bisa dan mau menjelaskan kopi apa yang akan Anda bayar seharga Rp30.000-Rp50.000 secangkir itu. Apa yang membuat harganya sedemikian? Dari mana asalnya? Dari ketinggian berapa meter di atas permukaan laut kopi itu ditanam? Bagaimana prosesnya? Kapan kopi itu disangrai, alias “kapan roasting date-nya”? Bagaimana karakter kopi itu sebagai espresso, sebagai cappuccino, atau kalau diseduh pakai V60, pakai AeroPress, atau pakai French Press? informationMungkin Anda takut terkesan seperti coffee snob (http://kopikini.com/8-ciri-seorang-coffee-snob/) kalau terlalu banyak bertanya. Jangan kuatir! Selama Anda bertanya karena ingin tahu, atau ingin belajar, barista yang baik akan menjawab sebisanya. Titik menyebalkan adalah ketika kita bertanya-tanya dengan maksud mencari kesalahan atau memojokkan barista. Barista yang baik tidak akan merasa terteror oleh pertanyaan-pertanyaan customer. Seorang barista yang baik harus benar-benar paham apa yang mereka sajikan kepada pelanggan, dan bukan hanya bisa buat minuman kopi. Dan, pelanggan juga pasti akan maklum apabila ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh barista yang masih baru selama barista tersebut jujur dan sopan bilang bahwa ia belum tahu jawabannya. Apakah kopi Anda higienis? Kedai-kedai kopi jaman sekarang menerapkan disain yang membuat pengunjung bisa menonton barista waktu membuat kopi. Pengunjung yang paham mungkin akan dengan detil memperhatikan apakah barista menimbang jumlah kopi dengan teliti, bagaimana barista melakukan levelling dan tamping, dan bagaimana espresso pertama kali mengalir dari portafilter spout. Namun, ada dua hal mendasar yang patut diteliti demi kebersihan minuman kopi Anda. biji-kopi-higienisPertama: Kalau Anda pesan cappuccino, latte, piccolo, dan minuman kopi dengan susu lainnya, perhatikan tungkai pemanas (steam wand) susu di mesin espresso; apakah ada kerak susu karena barista tidak selalu membersihkannya sebelum dan sesudah memanaskan susu? Kalau ya, segera protes! Kedua: Apakah lap yang digunakan untuk membersihkan meja juga digunakan untuk mengeringkan portafilter, membersihkan steam wand, dan bahkan tepian cangkir kopi Anda? Kalau ya, protes lagi! Lap untuk membersihkan meja, membersihkan portafilter, dan mengeringkan steam wand harus berbeda. Kuku Barista Panjang? Kotor? Eeew! Enough said! kuku-tanganKamar Kecil Kebersihan kamar kecil adalah hal yang paling vital di industri food and beverage termasuk kedai kopi. Kondisi kamar kecil mencerminkan tingkat kebersihan seluruh kedai. Walau mungkin kafe-nya ada di sebuah mal atau kompleks komunal lain, dan kamar kecilnya bukan milik kafe tersebut, Anda tetap berhak memberikan masukan bahkan keluhan kepada pihak kafe. Keluhan Anda akan mendorong semua pihak untuk benar-benar mengutamakan kebersihan kamar kecil, dan hal itu akan membuat semua orang senang.

toilet-ceklish

(Tulisan oleh Ve Handojo;
ilustrasi oleh Nazi Cavell.)

Ve Handojo

About Ve Handojo

Ve Handojo adalah seorang penulis sekaligus salah satu pendiri ABCD School of Coffee dan Ruang Seduh. Ia juga menjadi juri di berbagai kompetisi kopi. ABCD School of Coffee juga menyelenggarakan kompetisi-kompetisi kopi berskala nasional. Instagram: @vehandojo @abcd_coffee.

One Comment

  • Timo says:

    Setuju dengan yang terakhir deh (yg lainnya juga dong ah), walau itu coffee shop terkenal, tapi toiletnya bau dan jorok, agak males juga sih …

Leave a Reply